Enam ruang kelas berbentang bambu laminasi, dibangun oleh tukang setempat dalam sebelas bulan dengan pelatihan yang berlanjut setelah proyek selesai.
Anggaran per meter persegi proyek ini adalah sepertiga dari proyek sekolah negeri standar di pulau yang sama. Batasan itu menentukan hampir semua keputusan desain.
Bambu petung diambil dalam radius empat puluh kilometer, diawetkan dengan borax di lokasi, lalu dilaminasi menjadi balok lengkung berbentang 9 meter. Cetakan lengkungnya dibuat sekali dan dipakai ulang enam kali.
Dua belas tukang lokal dilatih selama proyek berjalan. Empat di antaranya kini mengerjakan konstruksi bambu secara mandiri di kabupaten tetangga — hasil yang menurut kami lebih penting daripada bangunannya sendiri.
Galeri
Seluruh dokumentasi oleh Maya Kusuma.