Dinding batu kapur setebal 60 sentimeter menahan panas siang dan melepasnya perlahan setelah magrib, saat ruang baca justru paling ramai.
Kabupaten ini berdiri di atas karst. Batu kapur adalah material yang paling dekat, paling murah, dan paling sering diabaikan — biasanya dibakar jadi semen, jarang dipakai sebagai batu utuh.
Kami memesan blok potong dari satu kuari yang berjarak sembilan kilometer dari tapak. Tebal dinding ditentukan bukan oleh perhitungan struktur, melainkan oleh massa termal yang dibutuhkan agar puncak panas jam dua siang baru sampai ke ruang dalam sekitar pukul delapan malam.
Ruang baca utama tidak berjendela ke barat. Cahaya masuk lewat delapan sumur cahaya di atap yang berputar mengikuti jam, menandai waktu di lantai seperti jam matahari yang lambat.
Galeri
Seluruh dokumentasi oleh Bagas Setiawan.