Merajut Fungsi dan Kepedulian dalam Satu Hunian
Sebuah rumah bukan sekadar susunan struktur bangunan, melainkan wadah bagi dinamika kehidupan penghuninya. Proyek Mr. O House dirancang dengan pendekatan ruang yang sangat memperhatikan empati dan pemenuhan fungsi operasional bagi keluarga tiga generasi. Dihuni oleh sepasang suami istri, anak-anak, dan seorang ibu yang telah lanjut usia, perencanaan rumah ini dituntut untuk mampu mengakomodasi ragam kebutuhan privasi, produktivitas, sekaligus kemudahan mobilitas di dalamnya.
Pada lantai pertama, fokus tata ruang didedikasikan pada aksesibilitas inklusif. Kamar tidur sang ibu yang kondisinya sudah kesulitan berjalan ditempatkan di lantai dasar dengan pintu yang secara khusus diarahkan menghadap ke ruang tengah. Keputusan spasial ini tidak hanya mempermudah mobilitas beliau, tetapi juga memungkinkan anggota keluarga lainnya untuk mengawasi dan merespons kebutuhan beliau dengan cepat dari pusat aktivitas rumah. Untuk menunjang kebutuhan domestik, lantai ini juga dilengkapi dengan dapur kotor, dapur bersih, kamar ART, serta sebuah area semi-outdoor yang berfungsi ganda sebagai area bersantai dan jalur sirkulasi udara alami.
Beranjak ke lantai dua, zonasi ruang berubah menjadi area privat dan ruang fokus. Terdapat kamar tidur utama, dua kamar anak, dan satu ruang kerja khusus yang sengaja dipisahkan dari area istirahat agar aktivitas produktif tidak mengganggu waktu rehat. Menariknya, ketiga area ini—kamar utama, kamar anak, dan ruang kerja—dirancang memiliki akses terhubung langsung ke balkon depan, memberikan kelegaan visual serta interaksi langsung dengan lingkungan luar. Sebagai penyempurna fungsi operasional bangunan, area cuci jemur juga ditempatkan di lantai ini dengan perlindungan atap transparan, memastikan cahaya matahari tetap optimal tanpa harus khawatir dengan perubahan cuaca.